Minggu, 14 Juni 2020
Analisis Regresi Berganda
Regresi merupakan suatu teknik statistika yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan fungsional antara suatu variabel tak bebas (respon) dengan satu atau beberapa variabel bebas (deterministik).
Analisis regresi
dalam statistika adalah salah satu metode untuk menentukan hubungan sebab
-akibat antara satu variabel dengan variabel-variabel yang lain.
Analisis regresi
berganda adalah salah satu metode statistika yang sering digunakan untuk
mengetahui sejauh mana ketergantungan dan hubungan sebuah variabel tak bebas
dengan sebuah atau lebih variabel bebas.
Analisis
regresi linear berganda bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh
dua atau lebih variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
PERSAMAAN REGRESI LINIER BERGANDA
PELUANG
PELUANG
A.
PENGERTIAN PELUANG
Peluang bisa diartikan sebagai suatu cara yang dilakukan untuk
mengetahui kemungkinan atau terjadinya suatu peristiwa. Dimana nilai sebuah
peluang, bernilai antara 0 hingga 1 yang menggambarkan pada sebuah peristiwa
yang akan terjadi
Misalkan terjadi pada sebuah mata uang logam yang dilemparkan ke atas
maka akibatnya dapat muncul sisi gambar (G) atau sisi angka (A), maka sisi yang
akan muncul tersebut tidak dapat dikatakan secara pasti kebenarannya.
Akibat dari peristiwa melempar uang logam tersebut ada salah satu dar
dua kejadian yang kemungkinan bisa terjadi yaitu munculnya sisi G atau sisi
A.
B.
RUMUS PELUANG
P(A) = n(A) / n(S)
Dimana:
P (A) : merupakan peluang kejadian A
n (A) : banyak anggota A
n (S) : banyak anggota ruang
sampel
RUANG SAMPEL (S)
Ruang sampel adalah
himpunan semua kemungkinan yang terjadi dalam suatu percobaan.
KEJADIAN (A)
Kejadian adalah
himpunan bagian dari ruang sampel.
C.
NILAI PELUANG
Nilai-nilai peluang
yang bisa diperoleh berkisar antara 0 hingga 1. untuk setiap kejadian A,
batas-batas dari nilai P (A)
CONTOH SOAL
- Pada suatu
percobaan melempar sebuah mata uang logam yang dilakukan sebanyak 120
kali, ternyata peluang muncul angka sebanyak 50 kali. Tentukanlah
banyaknya muncul angka dan munculmya gambar tersebut.
penyelesaian:
Frekuensi muncul angka
P(A) = n(A) / n(S)
= 50 / 120
= 5 / 12
frekuensi muncul gambar
P(A) = n(A) / n(S)
= (120 – 50) /120
= 70 / 120
= 7 / 12
SOAL LATIHAN
- Pada pelemparan
dua uang logam secara bersamaan. Misalkan A adalah kejadian muncul angka,
maka peluang muncul keduanya angka adalah…
- Dalan sebuah kotak
terdapat 7 kelereng merah dan 3
kelereng biru. Peluang mengambil kelereng merah adalah…
- Pada pelemparan
dua dadu bersamaan. Peluang munculnya mata dadu angka 6 adalah…
Rabu, 10 Juni 2020
SUBRING
SUBRING
Pada sub pokok
bahasan ini akan dijelaskan mengenai struktur bagian dari Ring yang disebut
Subring (Gelanggang Bagian), adapun definisinya adalah sebagai berikut :
Definisi 1 :
Misalkan (R,+,.) adalah suatu Ring, S ≠ φ adalah merupakan himpunan
bagian dari R (S ⊆ R). Bila operasi yang sama dengan (S,+,.) membentuk suatu Ring maka
S disebut Subring dari R.
Untuk lebih jelasnya kita harus mengetahui syarat-syarat dari Subring,
yaitu sebagai berikut :
Definisi 2 :
Misalkan (R,+,.) adalah suatu Ring, S adalah himpunan bagian dari R
yang disebut Subring dari R, bila untuk setiap a,b ∈ S,
berlaku :
1.
S ≠
φ
2.
a -
b ∈ S
3.
a .
b ∈ S
Syarat – syaratnya antara lain yaitu:
1.
menyatakan
bahwa himpunan bagian dari Ring tersebut bukan himpunan kosong (φ), syarat
2.
menyatakan
bahwa (S,+) adalah merupakan suatu Grup Komutatif. Syarat
3.
menyatakan
bahwa (S,.) adalah merupakan suatu Semigrup. Sehingga dapat kita katakan bahwa
Dimana
syarat-syarat tersebut telah memenuhi syarat dari suatu Ring. Dikarenakan S
adalah himpunan bagian dari R, S ⊆ R, maka S dapat dikatakan sebagai Subring dari R.[1]
Menurut
(Rotman, 2003), S himpunan bagian dari ring komutatif R adalah subring dari R
jika memenuhi :
1.
0
2.
Jika
a, b maka a – b
3.
Jika
a, b maka ab
Contoh
:
1)
Setiap
ring merupakan subring dari dirinya sendiri.
2)
Himpunan
dengan merupakan subring dari .
3) merupakan subring dari dan merupakan subring dari. Lapangan pada dasarnya adalah ring
dengan beberapa sifat tambahan, yaitu komutatif terhadap operasi penjumlahan
dan setiap elemennya ( kecuali nol ) mempunyai invers terhadap operasi
perkalian.
Contoh 1 :
Misalkan Z4 = {0, 1, 2, 3} merupakan suatu Ring, tunjukan bahwa S =
{0, 2} adalah Subring dari Z4.
Penyelesaian :
Akan kita
tunjukan bahwa S = {0, 2} memenuhi syarat-syarat dari suatu Ring.
1.
S ≠
φ, syarat terpenuhi karena S = {0, 2}
2.
a -
b ∈ S
Misalkan 0, 2 ∈ S
2 – 0 = 2
2 – 2 = 0
0 – 2 = 2
Sehinigga 0, 2 ∈ S
3.
a .
b ∈ S
Misalkan 0, 2 ∈ S
2 . 0 = 0
2 . 2 = 0
0 . 2 = 0
Sehingga 0 ∈ S
Syarat (1), (2), dan (3) terpenuhi maka S adalah Subring
dari Z4.
Kita juga bisa membuktikan S (dalam contoh 1) merupakan suatu Subring
dari Ring Z4, dengan menunjukan operasi yang sama pada Z4 terhadap penjumlahan
dan perkalian. Sehingga S adalah merupakan Grup Komutatif terhadap penjumlahan
(S,+) dan juga merupakan Semigrup/Monoid terhadap perkalian (S,.).
Karena (S,+,.) mememenuhi syarat-syarat dari
suatu Ring, maka S = {0, 2} adalah Subring dari Ring Z4 = {0, 1, 2, 3}.
[1] Fadly, “Bahan
Ajar Struktur Aljabar”, Modul-Sub-Ring.Pdf, Diakses Pada 03 Juni 2020,
Pukul 20.00 Wib, Hal. 108.
Langganan:
Postingan (Atom)